Being Alone is Not That Bad

It’s been a long time since I haven’t write anything in this blog. So tonight I think I have something to share on, based on a post from an instagram account @thegoodqoute which has this saying,

People think being alone makes you LONELY, But I don’t think that’s true. Being surrounded by wrong people is the loneliest thing in the World

Being alone is a state of being that no one wants to be in. It is easy to get caught up feeling sad and detached from the rest of the world, but one must realize that they have to use times of loneliness to build their relationships with God, and also to build upon the foundation that is considered their life.

Don’t take being alone as a bad thing, for times of loneliness are actually good times, times in which a person can focus on strengthening their own mind to push their selves towards their own dreams and desires. Alone isn’t always lonely, sometimes it may be, but most times alone is just a season in our lives, a season in which we must focus on building, or rebuilding, a season in which we have to work on the fight inside of ourselves so that we may soon take it to the rest of the world.

So I guess, based on that post being alone and get to know yourself isn’t that bad right…hehe.

link on the post is here.

Harapan Perkembangan IT

Perkembangan IT di Indonesia sangatlah cepat sekarang ini. Tetapi dengan cepatnya perkembangan teknologi tersebut memungkinkan adanya dampak negatif maupun positif. Dengan itu saya akan memberikan beberapa kutipan dari beberapa blog salah satu contoh nya http://ifha15.student.umm.ac.id/2012/08/01/perkembangan-it-di-indonesia/

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, dengan memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. informasi yang dimaksudkan adalah informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu, yang dapat digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan. Informasi ini juga harus bernilai strategis sehingga dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.

Saat ini Teknologi Informasi berkembang dengan sangat cepat. Terkadang kita tidak dapat lagi mengikutinya. Teknologi Informasi merupakan perpaduan dari komputer, komunikasi, data, dan interaksi dengan pengunanya.

Perkembangan teknologi informasi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi ( perangkat keras, perangkat lunak, komputer sistem jaringan, dan sistem telekomunikasi). Untuk membangun fasilitas TI, Indonesia masih sangat mengandalkan investor.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Economics Intelligent Unit (EIU) yang disponsori BSA, Indonesia menempati posisi 59 dunia, turun satu peringkat dari hasil studi sebelumnya di tahun 2008. Hasil penlitian ini dilakukan dengan membandingkan perkembangan TI di 66 negara. Penelitian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana indeks daya saing TI di negara-negara tersebut (http://informasiteknologi.com/it-indonesia-peringkat-59-dunia/).

Belakangan peranan IT dalam jasa transportasi pun sudah dapat kita rasakan. Sebagai contoh adanya kartu khusus yang dikeluarkan oleh beberapa bank swasta yang dapat kita gunakan untuk membayar tol, membeli bahan bakar, pembelian tiket busway, dan kereta.

Dalam dunia pendidikan khususnya pada tingkat perguruan tinggi, pemanfaatan IT diwujudkan dalam suatu sistem yang disebut electronic university (e-University). Pengembangan ini dilakukan dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga dapat menyediakan layanan informasi yang lebih baik bagi komunitasnya, baik didalam maupun diluar perguruan tinggi tersebut melalui internet. Cotoh Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melalui sarana internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah secara online dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan.

Akan tetapi bukan hanya hal positif yang dapat kita rasakan. Perkembangan IT juga dapat menimbulkan dampak negatif. Banyak situs porno yang makin marak beredar. Contoh lain adalah “demam” situs pertemanan yang tak jarang disalahgunakan. Hingga transaksi jual beli gadis lewat dunia maya. Hal ini tentu dapat mempengaruhi perkembangan anak dan remaja di negara kita.

Selain itu dalam perkembangan IT juga terdapat beberapa tantangan yang harus di perhatikan, sebagaimana yang diungkapkan dari blog ini http://blog.ub.ac.id/dewipurwati/2011/11/21/tantangan-perkembangan-it-di-indonesia/

Perkembangan IT di Indonesia semakin hari semakin maju dan canggih, tetapi dalam proses perkembangannya tersebut terdapat banyak tantangan yang dihadapi oleh orang-orang IT. Dengan teknologi informasi yang secara nyata dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Bidang Teknologi Informasi atau bisnis lain yang didukung penerapan Teknologi Informasi untuk saat ini dan dimasa yang akan datang tetap mendapat perhatian khusus dari pemerintah, karena bersifatnya strategis bagi perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Dua aspek penting dalam pengembangan bisnis yang berhubungan dengan Teknologi Informasi adalah infrastruktur dan Sumberdaya Manusia (SDM). Selain kedua aspek tersebut, sebenarnya masih banyak aspek lain seperti pendidikan, finansial dan sebagainya. Namun, lemahnya infrastruktur dan langkanya Sumberdaya Manusia professional dalam bidang ini merupakan penyebab lambatnya perkembangan dan bisnis Teknologi Informasi di Indonesia.

Berbagai tantangan yang harus dihadapi dalam mempermudah dan lebih meningkatkan IT yang ada sekarang. Beberapa tantangan yang harus dihadapi yaitu;

  1. Menghasilkan berbagai produk-produk teknologi informasi, terutama perangkat lunak, sebagai produk industri dalam negeri Indonesia
  2. Memanfaatkan TI untuk dapat memecahkan berbagai persoalan stratejik negara Indonesia ini
  3. Menghasilkan para profesional TI yang tidak hanya mahir “berkomunikasi dengan teknologi”, melainkan juga mahir “berbicara dengan manusia”.
  4. Mahalnya biaya mendapatkan sertifikasi

Dari berbagai tantangan yang terjadi terdapat solusi yang mungkin saja bisa meminimalis semua tantangan yang terjadi, yaitu;

  1. Meningkatkan sumber daya manusia
  2. Meningkatkan koordinasi dan pendayagunaan informasi secara optimal
  3. Meningkatkan pemanfaatan infrastruktur IT yang ada sekarang
  4. Meningkatkan efisiensi produktivitas
  5. Mendukung serta mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi

Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat; hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang; juga jumlah SDM professional dengan berkemampuan baik dalam bidang teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang professional, infrastruktur yang baik yang sesuai merupakan syarat mutlak untuk mencapai tingkat keberhasilan dan kesuksesan di masa yang akan datang.

Berdasarkan kutipan yang ada, dapat disimpulkan bahwa, saya sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia IT, berharap bahwa dunia IT ke depannya menjadi optimal penggunaanya dan sudah seharusnya membuat para penggunanya menjadi lebih baik dan juga menambah wawasan untuk para penggunanya. Selain itu kita sebagai pengguna dari IT tersebut haruslah lebih bijak dalam menggunakannya, menjauhi diri dari pengaruh-pengaruh buruk yang justru tidak membawa manfaat dalam penggunaan teknologi yang ada dalam dunia IT itu sendiri.

Perkiraan Perkembangan IT Di Masa Depan

Teknologi zaman sekarang ini makin canggih, dan sekarang ini banyak orang sangat mengandalkan fungsi teknologi tersebut. saya ingat waktu dulu saya kenal pertama kali yang namanya komputer waktu saya SD dan itupun saya masih menggunakan floppy disc yang berukuran besar, yang bisa dipakai untuk kipas-kipas.

Old School Floppy Disc

Pas kenal internet aja masih pake card modem dial up 56kbps, yang kalau nyambung ke jaringan selalu memutar musik merdu yang khas dari alatnya😀 .

Let me play the sound of my people😀

tapi sekarang semuanya sudah berubah, semuanya sudah jamannya plug and play, wifi connection, live-streaming, core i7, touch screen, broadband, HD quality, dan seterusnya. Zaman sudah berubah sekarang, teknologi sudah berkembang pesat, jika minggu ini kita disuguhkan dengan berita Lenovo mengeluarkan laptop jenis terbaru dan orang-orang sudah mengantri untuk membelinya, maka dalam waktu 3 bulan atau 6 bulan ke depan Laptop dengan merk yang sama tapi lebih canggih akan keluar di pasaran.

Jadi kira-kira gambaran tentang teknologi IT di masa depan itu seperti apa sih. Tidak perlu pusing untuk membayangkan, karena hampir semua design-nya bisa kita lihat dari model-model teknologi yang keluar sekarang. Kita ambil contoh, maraknya teknologi smartphone yang beredar di pasaran baik itu yang harganya pas di kantong ataupun yang cuma bisa kita lihat di etalase toko ada semua. Selain itu koneksi jaringan ke Internet pun sekarang sudah lebih mudah, koneksi intenet bukan barang mewah lagi sekarang, tetapi bukan berarti semua orang sudah bisa menikmatinya sekarang.

Selain itu dulu saya sering dengar yang namanya konsep Smart Home.Apa sih itu ? Smart home bisa juga diartikan sebagai Home Automation, atau yang gampangnya semua perangkat yang ada di rumah kita bisa kita jalankan secara otomatis atau bisa kita pantau tanpa kita harus berada di rumah kita sendiri.

Contoh Overview Konsep Smart Home

Selain itu, adanya konsep WiMax atau 4G akan semakin meramaikan perkembangan dalam dunia TI itu sendiri. Walaupun di beberapa daerah teknologi WiMax sudah bisa dinikmati, tapi itu masih dalam sebatas kota-kota besar saja. Jika semua itu terealisasi, akan sangat mudahnya kita jika ingin terkoneksi ke internet. dan terlebih lagi jika konsep WiMax itu sudah terealisasi akan semakin mudahnya penggunaan fasilitas Cloud Computing yang banyak dipromosikan oleh vendor-vendor software terkemuka di dunia ini. Bukan tidak mungkin kelak nantinya konsep Virtual Office akan terwujud dan akan semakin maksimal penggunaan fasilitasnya, dan kemungkinan besar nanti kita hanya akan perlu kerja dari rumah, gak perlu setor muka terus ke kantor kayak sekarang😛 .Sebenarnya konsep virtual office sudah dijalankan oleh beberapa vendor IT terkemuka sekarang, walaupun tetap perlunya tatap muka secara fisik jika diperlukan.

Selain itu mungkin saja nanti akan muncul sistem Artificial Intelligence atau sistem superkomputer AI yang bersifat autonomous, berdiri sendiri, dan mampu beinteraksi layaknya manusia biasa. Jika saja itu terjadi akan semakin majunya dunia IT nantinya, tentunya kita tidak mungkin hanya menjadi pengguna saja bukan jika kita ingin semua yang saya sebutkan tadi ingin terwujud, haruslah ada dari kita yang menjadi inventor dan mendobrak batas-batas ‘ketidak-mungkinan’, walhasil jika kita bisa menciptakan itu semua maka akan memberi nilai lebih terhadap orang lain dan juga terhadap diri kita sendiri, semoga. Auf wiedersehen.

Waspadai, Kasus-Kasus Fraud Dan Phising Di Internet

Maraknya iklan-iklan di berbagai media mengenai kemudahan dalam transaksi elektronik memang sangat menggoda. Selain terlihat sangat mudah dilakukan, godaan lainnya adalah makin banyaknya bonus yang bisa didapat jika nasabah makin banyak melakukan transaksi melalui transaksi elektronik tersebut. Tetapi diluar segala macam rayuan iklan-iklan tersebut hendaknya kita sebagai pengguna ataupun hanya sebagai pemerhati, haruslah lebih sadar dan waspada akan bahaya dari kemudahan dalam transaksi elektronik tersebut. Kenapa, karena bidang tersebut adalah yang paling rentan terhadap kasus-kasus pembobolan data nasabah maupun phising terhadap akun-akun dari nasabah suatu bank yang menggunakan transaksi elektronik tersebut.

Sebagai contoh penulis mengambil kutipan dari berita yang judulnya Transaksi Paypal, Waspadai Perangkap Phising, berikut kutipan berita tersebut :

JAKARTA – Pakar Telematika Abimanyu Wachjoewidaja, mengingatkan untuk berhati-hati dengan penipuan yang seolah-olah masyarakat atau pengguna internet menerima uang melalui Paypal.

Dijelaskan, Paypal merupakan sistem pembayaran yang lazim digunakan khususnya bagi netters yang sering bertransaksi online apalagi yang berhubungan dengan internasional.
Menurut dia, banyak sekali orang yang mengenal Paypal karena nama dan reputasinya telah mendunia.

Pemilik akun Paypal pasti akan gembira bila menerima email dari Paypal karena besar kemungkinan itu adalah notifikasi adanya dana atas transaksi yang masuk ke akun kita. Namun bisa juga email tersebut mengenai pengumuman dari Paypal atau konfirmasi atas perubahan yang kita lakukan, kata Abimanyu.

Ia menegaskan, di zaman digital seperti ini perlu waspada karena mungkin bukan untung yang raih melainkan buntung karena menjadi korban kriminal digital.

Dia mencontohkan, beberapa hari lalu menerima dua email notifikasi dengan domain pengirim yang terpercaya yakni paypal.com bahwa ada uang masuk dengan nilai sekitar Rp8 juta dan satu lagi Rp2,1 miliar.

Okelah yang Rp2,1 miliar pasti terlalu musykil dalam nalar logika apabila kita memang transaksi kita umumnya tidak senilai itu. Akan tetapi yang Rp8 juta tentu sangat mudah bagi kita untuk mempercayai bila hal itu masih pada lingkup transaksi kita, katanya.

Pada umumnya, lanjut dia, bila orang mengalami seperti dirinya itu, apalagi domain pengirim adalah alamat yang sah dan format tampilan cukup mirip dengan aslinya dan terkesan formal. Maka serta merta akan segera terpancing untuk membuka link transaksi yang ditampilkan pada email tersebut.

Lantas, apa yang terjadi bila itu dilakukan? Dia menjelaskan, maka orang tersebut langsung akan terperangkap situs Phising. Yakni situs yang mengambil data penting kita dan anda telah menjadi korban kriminal digital, tegasnya.

Dia mengatakan, penipuan itu tidak terjadi pada mereka yang juga cukup berhati-hati. Akan tetapi, persentase orang yang seperti itu mungkin di bawah 10 persen. Itu berarti dari sekitar 70 juta pengguna internet Indonesia ada sekitar 63 juta pengguna yang sangat mungkin menjadi korban Phising ini, katanya.

Kutipan berita di atas membahas mengenai salah satu website transaksi elektronik terkenal PayPal, yang dimana menyimpan beribu-ribu atau berjuta-juta data nasabah, yang apabila kita termakan jebakan dari alamat phising itu, maka semua data transaksi atau malah uang kita yang tersimpan dalam website tersebut akan bisa hilang, belum termasuk data-data identitas kita yang sangat penting dan vital apabila jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu kasus yang terbaru adalah berkaitan dengan Olimpiade London 2012. Maraknya berita tentang Olimpiade London 2012, menarik minat pengguna internet untuk mencari informasi mengenai jadwal, tiket nonton atau fasilitas menonton live-streaming di internet. Momen inilah yang dipakai oleh penjahat di dunia maya untuk mengambil keuntungan, contoh kasus nya ada dalam kutipan berita ini, sumber dari detik.net :

Jakarta – Pesta olahraga dunia, Olimpiade 2012, telah dibuka secara resmi dengan pagelaran spektakuler. Di sisi lain, acara ini juga menjadi ‘tambang emas’ bagi penjahat cyber untuk menyebar aksi jahatnya.

Menurut perusahaan keamanan Trend Micro, banyak situs web palsu yang mengaku menjual tiket lomba pesta olahraga empat tahunan tersebut. Selain itu, terdeteksi pula beberapa situs live streaming palsu yang mengecoh pecinta olahraga.

Ketika pengguna mengklik kata kunci ‘watch london olympics opening ceremony live‘ atau ‘watch london olympics 2012 live‘, maka kata-kata tersebut muncul dalam deretan paling atas dari pencarian di search engine melalui Blackhat Search Engine Optimization (BHSE).

Beberapa web palsu Live Streaming ini di antaranya:
http://olympicsopeningceremony2012live.{BLOCKED}d.com
http://olympicgames2012live.{BLOCKED}d.com
http://olympics-2012-live-stream.tumblr.com
http://olypiccoverage2012.{BLOCKED}d.com
http://{BLOCKED}12openinglivestream.{BLOCKED}d.com
http://{BLOCKED}livestream.epl-schedule.com
http://{BLOCKED}ingceremony2012live.blogspot.com
http://{BLOCKED}ndonolympics2012liveonline.{BLOCKED}g.com
http://{BLOCKED}12olympicsonline.{BLOCKED}log.com
http://{BLOCKED}12olympicsliveonline.{BLOCKED}o.com
http://{BLOCKED}ndonolympicsliveonline.tumblr.com
http://{BLOCKED}12olympicsliveonline.{BLOCKED}w.com
http://{BLOCKED}12olympicsliveonline.{BLOCKED}b.com
http://{BLOCKED}12olympicsliveonline.{BLOCKED}ner.com

Dan ketika deretan URL link palsu itu diklik, pengguna akan diarahkan pada web penjualan tiket murah pertandingan olimpiade atau permintaan untuk memasukkan email pribadi. Hal ini tentunya akan dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan spam mereka

Jebakan di Google Play

Trend Micro juga telah menemukan sebuah aplikasi untuk ponsel Android yang ada dalam situs palsu Google Play Store berbahasa Rusia.

Ketika pengguna mengetik aplikasi Olimpiade London 2012 pada kotak pencarian, maka akan muncul game palsu Olimpiade London yang berisi perintah download dan sebuah QR Code untuk meyakinkan.

Jika pengguna mengklik tombol download tersebut, maka akan diarahkan pada situs web hosting yang melayani varian keluarga malware ANDROIDOS_SMSBOXER. Malware ini terkenal untuk mengirim pesan ke nomor premium tanpa persetujuan pengguna.

Trend Micro sendiri telah meranking hal apa saja yang lazim dilakukan oleh penjahat cyber selama pelaksanaan Olimpiade. Berikut hasilnya:

Top Threat Selama Olimpiade:
1. Scam
2. Malware Download
3. Worm

Top Social Engineering:
1. Informasi game
2. Lotere scam
3. Tipuan promo

dari berbagai contoh kasus di atas, hendaknya kita sebagai user haruslah lebih waspada akan ancaman-ancaman seperti yang diatas. Menurut saya ada beberapa hal yang perlu diwaspadai ketika kita ingin bertransaksi di internet adalah :

  • Alamat URL dari web yang ingin kita tuju, jika terasa mencurigakan lebih baik dipastikan lagi
  • Hindari mengklik alamat-alamat web atau URL yang diberikan melalui email yang berasal dari alamat email yang kurang jelas atau malah tidak ada alamat email pengirim
  • Hindari memberikan data-data identitas baik itu melalui email, chat ataupun media social networking ke orang yang belum kita kenal sama sekali

Sekian tulisan dari saya, semoga kita semua tidak menjadi korban dari segala kejahatan yang ada di dunia maya ini atau internet. Auf wiedersehen.

sumber berita :

http://berita.plasa.msn.com/nasional/jpnn/transaksi-paypal-waspadai-perangkap-phising-1

http://inet.detik.com/read/2012/07/30/132937/1978240/323/jebakan-olimpiade-tiket-palsu-hingga-aplikasi-android-abal-abal

Kampanye Kepedulian Data

Keamanan adalah satu kata yang sangat diinginkan oleh banyak orang. Baik itu bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain, terutama bagi orang yang disayangi. Lalu hubungannya dengan tulisan ini apa ? ya ada, karena hari ini saya akan menulis sebuah tulisan yang ada hubungannya dengan keamanan data, serta data itu sendiri.

Data, apa sih sebenarnya data itu, apa sih pengertiannya, sebelum kita melangkah lebih jauh mari kita bahas sedikit tentang data itu sendiri. Data  merupakan  fakta‐fakta  yang  dapat  disimpan  dan  mempunyai  arti  tertentu. Fakta tersebut bisa mengenai obyek, orang, dan lain‐lain. Data dapat dinyatakan
dengan  nilai  (angka,  deretan  karakter  atau  symbol).  Data  terdiri  dari  beberapa
bagian yaitu :

  • Elemen  data,  yaitu  satuan  data  terkecil  yang  tidak  dapat  dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna
  • Rekaman  (record),  yaitu  gabungan  sejumlah  elemen  data  yang  saling berhubungan
  • Berkas (file), yaitu kumpulan dari record‐record yang bertipe sama.

Misalnya data mahasiswa, data dosen, dan sebagainya. Dari situ kita bisa ambil kesimpulan, kalau data itu terdiri dari fakta-fakta atau informasi yang tersimpan dalam suatu media dan fakta-fakta itu bisa berisikan tentang berbagai hal, baik itu penting ataupun sebaliknya. Ketika data itu tersimpan pada suatu medi dan data tersebut adalah termasuk dalam kategori data penting dan yang harus diamankan, maka kita sebagai pengguna atau yang menyimpan data tersebut haruslah aware dengan segala ancaman dari manapun yang bisa mengambil data kita dan menggunakannya untuk kepentingan dia sendiri dan tidak bertanggung jawab

Di zaman yang serba canggih ini, data yang dimiliki sudah tersebar dimana-mana, telebih di dunia maya. Ambil contoh, social networking, Email, transaksi elektronik, hampir dari semua kegiatan tersebut mempergunakan data kita, baik kita secara sadar memberikan data tersebut ataupun tidak. Maka dari itu kita sebagai user haruslah bijak ketika kita menggunakan media-media yang menggunakan data kita. Kita sebagai user tidaklah harus serta merta memberikan semua data kita secara terperinci tanpa melihat dari segi kebutuhannya. Jika memang dari media yang akan kita gunakan meminta data kita dan media tersebut terpercaya dan media tersebut bisa menjamin akan keselamatan data kita, boleh saja kita memberikan data tersebut.

Nah, melalui tulisan ini saya mengajak anda-anda semua user, dalam kampanye kepedulian data ini, untuk menjadi self-aware akan data-data yang kita punya. Janganlah mentang-mentang kita mau eksis di social networking seperti Facebook, twitter atau yang lagi ehm…’hype’ Instagram, kita serta merta langsung posting status ataupun foto-foto yang tidak pantas yang jadinya nanti malah jadi bumerang bagi kita sendiri. Janganlah kita ini terlalu terbawa akan suasana, ingat Internet ini bagaikan samudera luas yang isinya itu masih banyak belum tereksplorasi oleh khalayak umum, jadi bisa saja dalam internet ini ada celah yang bisa digunakan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab, yang akan mengambil data kita dan menggunakannya untuk maksud yang tidak baik dan yang nantinya akan merugikan kita sendiri. Hendaknya kita bisa memfilter diri kita sendiri dan menjadi pengguna yang pintar. Pintar dala hal ini, tidak perlu mengetahui segi teknis dari social media atau internet itu sendiri, tapi pintar dalam menyeleksi data apa saja yang akan kita simpan dalam media yang akan kita gunakan.

Mudah-mudahan dari tulisan ini kita bisa menjadi lebih bijak dalam menggunakan internet, dan menjadikan kita semua sebagai user-user atau pengguna yang lebih smart. Auf wiedersehen.

1 Triliun dana Untuk Pembenahan Sistem Informasi Nasional

Di tengah hiruk pikuk pekerjaan kantor, saya sendiri harus memikirkan nasib tugas-tugas yang ada di semester pendek ini, rasanya seperti harus punya lima tangan sekarang😀 , walaupun begitu di dalam hati kecil ini ada teriakan yang tiba-tiba menyemangati hati ini lagi untuk menyelesaikan tugas-tugas tadi. Teriakan yang cukup khas sebenarnya.

300_King_Leonidas
THIS IS SPARTAAAAAAA !!!!!

Ternyata King Leonidas muncul sebagai penyemangat untuk melakukan tugas-tugas yang ada. Yep, hilanglah sudah kejenuhan yang ada mendengar kata-kata teriakan King Leonidas yang khas tadi.

Untuk sekarang saya akan kembali membahas topik yang masih berhubungan tentang Sistem Informasi Nasional. Tapi kali ini saya tidak akan kembali membahas topik itu secara mendetail, karena sebelumnya sudah saya bahas dalam posting saya sebelumnya. Kali ini saya akan membahas tentang pengandaian, kenapa berandai-andai, ya karena sesuai dengan judul topik ini, 1 Triliun Dana Untuk Pembenahan Sistem Informasi Nasional.

Ya, saya akan mengandai-andai jika saya dikasih wewenang oleh Bapak Presiden yang terhormat secara langsung dan dikasih dana sejumlah 1 Triliun untuk membenahi segala aspek yang perlu dibenahi dalam Sistem Informasi Nasional. Perlu diingat sebelumnya kalau dana tadi itu saya akan pergunakan sebaik-baik mungkin dan tidak akan diselewengkan hehe. Okeh, back to topic, seperti yang kita ketahui sebelumnya, intinya Sistem Informasi Nasional adalah suatu sistem yang terintegrasi dan mampu melakukan proses penyimpanan dan pengolahan data lainnya yang dimana data yang disimpan itu berhubungan dengan negara ini, baik itu berisikan tentang data kependudukan ataupun data-data yang bersifat kenegaraan itu sendiri. Nah, dimanakah si 1 Triliun ini akan banyak berperan. Pertama-tama kita harus pelajari aspek apa saja yang dibutuhkan untuk membangun sistem ini dan juga aspek apa saja yang dibutuhkan agar sistem ini berjalan dengan baik.

Aspek-aspek yang perlu dicermati untuk pembangunan sistem ini adalah yang sebelumnya kita pernah bahas yaitu adanya aspek Teknis dan Non-Teknis. Sebelum kita sedikit membahas lagi untuk masalah itu, saya ingin melakukan apa yang sering kita dengar di media yaitu ‘alokasi dana’. Karena kita di sini mengandai-andai maka alokasi dana saya juga mengandai-andai. Dana 1 triliun tadi saya akan bagi menjadi setengah yaitu masing-masing 500 Miliar untuk sebagian dan 500 Miliar lagi untuk sebagian yang lainnya. Dari situ kita bisa berasumsi bahwa 500 Miliar yang pertama kita akan gunakan untuk pembangunan dari segi teknis dan sisanya 500 Miliar yang lain untuk pembangunan Non teknis. Mari kita membahas apa saja yang harus kita lakukan pengalokasian data itu.

Dari segi teknis, kita harus memanfaatkan dana 500 Miliar tadi sebak mungkin. Pertama-tama kita harus menyeleksi atau menganalisa komponen-komponen apa saja yang bisa membuat sistem ini terintegrasi atau menyatu dengan baik dan yang pasti harus stabil. Kenapa, karena sistem ini jika mau berjalan dan mau melakukan segala macam proses pengolahan data yang ada haruslah disokong dengan sistem jaringan atau network yang kuat dan stabil. Kalau dari pemikiran saya sendiri, struktur network yang ada adalah adanya cabang-cabang di daerah atau adanya komputer-komputer atau workstation on-site yang selalu harus terhubung dengan kantor pusat atau central data. Dikarenakan Indonesia itu rerdiri dari beribu atau mungkin berjuta-juta pulau, maka dari itu haruslah ada jaringan backbone yang kuat, bagus dan stabil agar proses pengiriman dari cabang-cabang atau workstation on-site dapat terpenuhi dan proses-proses pengolahan yang lain dapat berjalan yang baik.  Itu dari segi jaringan, haruslah kuat, bagus dan stabil, dana kita yang berjumlah 500 miliar tadi tampaknya masih ada sisa untuk melakukan implementasi di bidang teknis lain.

Perlu ditekankan sebelumnya program Sistem Informasi Nasional ini sudah ada atau bisa dibilang programnya sudah jadi, maka yang diperlukan hanyalah proses implementasi, jika sebelumnya kita sudah mambahas dari segi jaringan, maka dari segi komputer atau pc baik itu di segi workstation on-site atau cabang terlebih lagi kantor pusat yang merupakan central data haruslah di sokong dengan pc atau komputer yang mumpuni. Tidaklah mungkin program sistem informasi nasional yang ada ini dan sudah cukup canggih yang menggunakan komponen-komponen program up to date akan diimplementasikan ke dalam komputer yang berspesifikasi sama dengan komputer Intel 486.

Icon486
Old School, Vintage, Retro, Dark Ages, you name it, it’s all there

Secara logika saja itu sudah tidak mungkin, karena programnya tidak akan berjalan dengan baik, maka dari itu sisa dana ini haruslah dimanfaatkan untuk mencari komputer-komputer yang akan dipakai di daerah cabang dan terlebih untuk di central data atau kantor pusat haruslah dicarikan yang terbaik. Komputer yang ada di kantor-kantor cabang haruslah menggunakan spesifikasi yang up to date, tapi tidaklah harus secanggih sampai terlalu mahal untuk komputer workstation cabang saja, kita tetap haruslah realistis dan tidak perlu berlebihan. Sedangkan untuk kantor pusat atau central data haruslah disokong dengan server atau mesin-mesin server yang terbaik. Selain itu juga sevrver-server tadi itu haruslah ditata dengan baik, diberikan ruangan server yang telah diatur sebaik mungkin, karena ini akan kembali lagi jika tidak diatur dengan baik, jika nanti suatu saat ada masalah akan cukup sulit untuk melakukan pemecahan masalah atau trouble shooting jika pengaturan server itu sendiri tidak baik.

Oke, untuk dana 500 miliar yang sebelumnya anggaplah sudah kita alokasikan untuk segi teknis dan sudah berjalan. Lalu bagaimana dengan sisa 500 miliar yang lain. Untuk itu saya kan mencoba untuk mengalokasikan untuk segi atau aspek non-teknis. Kira-kira apa sajakah yang akan menjadi aspek non-teknis dari sebuah sistem ini. Salah satunya adalah dari segi sumber daya manusia. SDM yang akan menggunakan aplikasi ini haruslah SDM yang mampu dan mengerti akan fungsi dari sistem informasi nasional itu sendiri. Maka dari itu anggaran yang ada ini akan saya coba manfaatkan untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada SDM yang terkait baik itu nantinya merupakan sebagai user atau akan menjadi seorang developer atau pemngembang sistem ini jika sistem ini akan dikembangkan lebih jauh lagi. Haruslah ada proses pembelajaran untuk mengetahui fungsi dari sistem informasi nasional iut sendiri. Haruslah ada pelatihan-pelatihan, serta sosialisasi ke daerah-daerah yang nantinya akan menjadi kantor cabang dari sebuah kantor pusat yang akan menjalankan sistem ini. Selain itu di kantor pusat haruslah ada juga SDM yang haru siap untuk melakukan proses pengwasan dan support terhadap sistem yang ada. Maka dari itu melakukan transfer knowledge atau pembelajaran untuk sistem ini haruslah diberikan ke setiap SDM yang terkait. Jika kita ingin lebih jauh lagi, jika kita ingin tidak perlu repot-repot melakukan pelatihan-pelatihan mengenai sistem ini pada SDM yang sudah bekerja di instansi yang terkait, kita bisa saja melakukan proses pengenalan atau pun sosialisasi sistem ini ke instansi pendidikan baik itu sekolah ataupun universitas-universitas yang ditunjuk untuk melakukan proses pengenalan sistem ini. Dengan harapan jika sistem ini sudah dikenalkan sejak dini akan lahir SDM-SDM yang sudah siap untuk menggunakan sistem ini, sehingga dana yang akan digunakan mungkin bisa lebih sedikit lagi, dengan kata lain pengeluaran pun terhadap project ini akan lebih irit.

Mungkin itu saja tulisan mengenai pengandaian ini dari saya, jujur saja saya sih berharap kalau program ini bisa terealisasi, karena apa, karena jika program ini terealisasi, maka segala sesuatunya untuk rakyat akan jadi lebih mudah dan kemungkinan besar akan minim birokrasi yang ruwet dan ribet, karena semua proses akan mengikuti standar prosedur operasional yang ada. Mumpung ini lagi bulan puasa dan kata-kata penutup tadi saya anggap sebuah doa, mari kita amini bersama supaya bisa terwujud….AMIIINNNNNNN.

 

 

 

Sistem Informasi Nasional

Sebagai Negara Kesatuan Indonesia yang memiliki banyak penduduk, haruslah ada suatu sistem atau infrastruktur yang menyimpan semua data-data yang berhubungan dengan kependudukan. Data yang yang tersimpan berhubungan dengan data kelahiran, data identitas, yang nantinya bisa digunakan oleh badan-badan pemerintahan yang lain, seperti kependudukan untuk data kartu tanda penduduk atau untuk kepolisian. Dan yang pasti sistem atau infrastruktur tersebut haruslah terintegrasi atau menyeluruh dan haruslah menyatu dan juga terpusat.

Dari situlah haruslah ada infrastruktur atau sistem yang dapat menunjang kegiatan tersebut. Sistem Informasi Nasional merupakan suatu solusi untuk mencapai hal tersebut. Sistem Informasi Nasional merupakan suatu sistem yang menyatukan data-data baik itu bersifat kependudukan maupun data-data yang bersifat informasi negara. Sistem Informasi Nasional ini bersifat kenegaraan dikarenakan yang mengadakan sistem ini dari negara atau pemerintah, dan juga menyimpan data yang bersifat kenegaraan.

Indonesia sekarang ini sedang memasuki suatu tahap dalam perkembangan teknologi yang kalau menurut saya sudah mulai “tech-self-aware” atau mulai menyadari bahwa perkembangan teknologi itu sendiri semakin cepat dan kita haruslah juga mengikuti perkembangan tersebut. Tapi mengikuti tersebut bukanlah hanya menjadi sebagai pengguna tapi juga haruslah sebagai inovator, pencipta atau menemukan suatu yang baru. Dalam tahap pekembangan inilah, seharusnya menjadi saat yang tepat untuk mengembangkan Sistem Informasi Nasional. Tetapi kita juga dalam melakukan pengembangan ini tidak seperti membalikkan telapak tangan. Semua aspek haruslah dipertimbangkan dengan baik. Banyak aspek pendukung yang harus dipikirkan baik-baik agar sistem ini berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Aspek tersebut bisa saja bersifat Teknis maupun Non-teknis. Dari aspek teknis bisa meliputi infrastruktur pendukung seperti haruslah adanya sistem network atau jaringan yang bisa mendukung suatu kesatuan sistem infromasi nasional itu sendiri. Selain itu, aspek teknis yang lain haruslah ada sistem yang menjaga data-data yang ada tidak disalah gunakan atau sampai ke tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Haruslah ada suatu sistem yang menjaga keintegritasan data tersebut agar tidak menjadi rancu atau malah menyesatkan orang yang ingin menggunakan, dikarenakan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Selain itu harus ada juga sistem komputer atau mesin komputer yang dapat menjadi pendukung dalam melakukan proses penyimpanan atau proses pencarian data dari sistem informasi nasional itu sendiri, sistem itu juga harus bisa mendukung proses pengolahan data tersebut.

Dari segi Non-Teknis, yang harus dipersiapkan adalah yang terutama dari segi sumber daya manusia. Hal-hal yang harus dipersiapkan dari segi sumber daya manusia adalah adanya persiapan knowledge mengenai proses sistem informasi nasional itu sendiri maupun pengetahuan mengenai segi teknis dari pengolahan data dala sistem informasi nasional itu sendiri. Karena jika sumber daya manusia yang ada belum memahami konsep dari sistem informasi itu sendiri maka semua proses yang seharusnya berjalan dalam flow sistem informasi nasional tersebut akan tidak berjalan dengan baik, selain itu infrastruktur yang ada akan terbuang sia-sia dan tidak bisa termanfaatkan dengan baik.

Maka dari itu saya banyak melihat ataupun mendengar dari banyak sumber bahwa sistem informasi nasional yang ada lebih baik dikelola oleh pihak swasta yang lebih berpengalaman di bidang ini terutama di bidang TI (Teknologi Informasi). Kenapa ? karena pihak-pihak swasta yang sudah berpengalaman akan tahu dan mampu menentukan langkah-langkah apa saja yang harus diambil demi berjalannya sistem informasi ini dengan baik. Selain itu dikarenakan dari pihak pemerintah sendiri pengelolaan infrastruktur masih buruk dan masih banyaknya kasus-kasus korupsi masih merajalela ada baiknya proyek seperti ini diserahkan ke pihak yang lebih berpengalaman. Jika sistem informasi nasional ini sudah berjalan dengan baik, maka ada kemungkinan besar sistem e-goverment yang baik akan bisa berjalan penuh walaupun itu tidak dalam waktu dekat.